BATAM,Sibnews.id- BP Batam memastikan ketinggian air waduk tetap terjaga di batas optimal agar distribusi air bersih ke masyarakat dan sektor industri berjalan lancar tanpa gangguan.
Direktur Badan Usaha SPAM BP Batam, Denny Tondano, menargetkan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) memberi dampak signifikan terhadap pasokan air di sejumlah waduk utama, yakni Nongsa, Sei Ladi, Sei Harapan, Mukakuning, Tembesi, dan Duriangkang. Saat ini, seluruh waduk tersebut masih menghadapi tekanan akibat penurunan muka air baku yang cukup tajam.
Denny menegaskan, langkah modifikasi cuaca menjadi strategi antisipatif menghadapi potensi El Nino. Ia menilai, curah hujan yang turun selama ini belum efektif karena tidak jatuh di wilayah tangkapan waduk.
“Kami arahkan hujan ke area tangkapan waduk agar cadangan air meningkat dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” kata Denny saat memimpin rapat koordinasi, Jumat (15/5/2026).
Hasil rapat menetapkan operasi hujan buatan berlangsung selama satu pekan sebagai tahap awal. Tim akan langsung mengevaluasi efektivitasnya, terutama dalam meningkatkan debit air di waduk.
Tak hanya mengandalkan intervensi cuaca, Denny juga mendorong partisipasi publik. Ia meminta masyarakat menggunakan air secara bijak dan segera melaporkan jika menemukan gangguan atau penyalahgunaan jaringan distribusi.
Kami butuh peran aktif masyarakat agar distribusi air tetap terkendali dan merata,” tegasnya.
Belajar dari Singapura, Batam Perkuat Strategi Jangka Panjang
Dalam rapat tersebut, Denny juga menyoroti pentingnya strategi jangka panjang dengan mengacu pada keberhasilan Singapura dalam mengelola air.
Meski minim sumber air alami, Singapura mampu membangun sistem pengelolaan air yang efisien dan berkelanjutan. Negara itu mengembangkan empat sumber utama pasokan air atau “keran nasional”, yakni air impor, desalinasi air laut, penampungan air hujan, dan NEWater (air daur ulang).
Pendekatan tersebut menekankan efisiensi penggunaan air sekaligus inovasi dalam menciptakan sumber baru.
Denny menyebut, pengalaman Singapura menjadi referensi penting bagi Batam dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan lonjakan kebutuhan akibat pertumbuhan penduduk serta industri.
“Kami sudah mengkaji berbagai aspek teknis ketahanan air baku. Ke depan, kami akan koordinasikan langkah lanjutan dengan pimpinan agar suplai air tetap maksimal,” ujarnya.(Tombang)


